<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pelangi Merah Putih</title>
	<atom:link href="http://iwanelian.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iwanelian.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Aug 2008 00:14:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='iwanelian.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6520054594f257681c9b2ef0c57f333c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pelangi Merah Putih</title>
		<link>http://iwanelian.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mengenang Generasi Padang Badar</title>
		<link>http://iwanelian.wordpress.com/2008/08/27/mengenang-generasi-padang-badar/</link>
		<comments>http://iwanelian.wordpress.com/2008/08/27/mengenang-generasi-padang-badar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 00:14:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridwan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwanelian.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Oleh  Ridwan Hidayat
 
Saat itu musim semi. Sehamparan gurun Jazirah sedang mengalami rontoknya dedaunan dari ranting-ranting pohon.  Dan sesekali air turun dari langit untuk sekedar membasahi oase-oase gurun. Mekkah dengan seluruh masyarakatnya berinvestasi kepada kafilah dagang Abu Sofyan yang berangkat menuju Negeri Syam. Sebuah investasi besar-besaran dalam perdagangan di Makkah waktu itu. Ketika keberangkatan tersebut terdengar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=61&subd=iwanelian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Oleh<span>  </span>Ridwan Hidayat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saat itu musim semi. Sehamparan gurun Jazirah sedang mengalami rontoknya dedaunan dari ranting-ranting pohon.<span>  </span>Dan sesekali air turun dari langit untuk sekedar membasahi oase-oase gurun. Mekkah dengan seluruh masyarakatnya berinvestasi kepada kafilah dagang Abu Sofyan yang berangkat menuju Negeri Syam. Sebuah investasi besar-besaran dalam perdagangan di Makkah waktu itu. Ketika keberangkatan tersebut terdengar oleh kaum Muslimin di Madinah, dan Rasulullah pun memerintahkan untuk mencegat kafilah dagang itu untuk membuktikan kepada kaum kafir Quraisy yang selalu memerangi Islam, m<a href="http://iwanelian.files.wordpress.com/2008/08/perang-haritsah1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-63" src="http://iwanelian.files.wordpress.com/2008/08/perang-haritsah1.jpg?w=196&#038;h=160" alt="" width="196" height="160" /></a>enghalangi jalan Allah, serta melipatgandakan gangguannya terhadap umat Islam bahwa umat Islam tidak bisa dilecehkan lagi. Dan mencoba merebut harta kafilah dagang tersebut sebagai ganti rugi atas dirampasnya harta-harta kaum Muslimin ketika masih di Mekkah.<span id="more-61"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam usaha pencegatan saat sekembalinya kafilah dagang Abu Sofya dari Syam kembali ke Makkah, Rasul berangkat dengan membawa 314 pasukan Muslimin menuju Badar dengan harapan mereka dapat bertemu dengan kafilah dagang Abu Sofyan. Namun usaha pencegatan kaum Muslimin telah diketahui oleh Abu Sofyan. Abu Sofyan kemudian<span>  </span>mengutus kurir ke Mekkah untuk memberikan informasi usaha pencegatan ini dan meminta bantuan berupa pasukan Quraisy untuk melawan pasukan Muslimin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Serentak seluruh masyarakat Quraisy Mekkah dengan seluruh pasukan lengkap peralatan perang menanggapi upaya pencegatan kaum Muslimin. Mereka semua takut harta-harta yang dibawa kafilah dagangnya direbut kaum Muslimin. Hampir seluruh pemuka-pemuka Mekkah ikut dalam barisan yang di pimpin oleh Abu Jahl dengan jumlah pasukan sekitar 1000 orang.<span>  </span>Walaupun terdengar kabar bahwa Abu Sofyan telah selamat dan terhindar dari usaha pencegatan itu, namun Abu Jahl, sang komandan perang tetap bersikeras untuk menyerang kaum Muslimin. Sikap keras Abu Jahl iniliah yang di takuti oleh masyarakat Quraisy untuk tetap mentaati perintah Abu Jahl meneruskan rencana penyerangan ini demi memuaskan ambisi menaklukan pasukan muslimin meskipun banyak diantara mereka sudah tidak menginginkan perang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Ketaatan dan Loyalitas</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam perjalanan menuju Badar, terdengar berita oleh pasukan Muslimin bahwa telah berangkat pasukan dari Makkah untuk menyerang mereka. Allah berkehendak lain, kaum Muslimin harus berhadapan dengan sesuatu yang tidak diharapkan. Allah telah menggantikan kafilah dagang yang berpasukan kecil dengan pasukan lebih besar dari Makkah. Suasana menjadi genting, dan hampir beberapa kaum Muslimin menjadi kecewa atas keadaan ini. Namun apa boleh dikata, keputusan pemimpinlah yang menentukan. Perintah Rasulullah untuk maju terus menghadapi pasukan Quraisy menjadi keputusan sulit. Keputusan yang menentukan nasib kaum muslimin, apakah kembali ke Madinah dengan resiko musuh Islam akan selalu memerangi kaum Muslimin atau tetap bertahan menghadapi musuh dengan pasukan Muslim yang sebenarnya belum siap berperang dan harus berhadapan dengan tiga kali lebih besar pasukan musuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Di tengah kegentingan dan keraguan-raguan ini, Rasulullah selalu menanyakan kesiapan para sahabatnya dan di antara mereka selalu menyatakan siap. Tetapi Rasulullah terus bertanya seolah-olah ragu hingga terucap dari kalangan Anshar yang sebenarnya kaum Anshar tidak berhak atas perang ini, karena ini adalah perang kaum Quraisy Mekkah dengan Quraisy Muslim yang bersama Rasul di Madinah (Muhajirin). </span></p>
<p class="content2" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Dan Sa’ad bin Mu’adh dari kalangan Anshar berkata “<em>Kami telah percaya kepada Rasul dan membenarkan. Kami pun telah menyaksikan bahwa apa yang kau bawa itu adalah benar. Kami telah memberikan janji kami dan jaminan kami, bahwa kami akan tetap setia. Laksanakanlah kehendakmu, kami disampingmu. Demi yang telah mengutus kamu, sekirannya kau bentangkan lautan di hadapan kami, lalu kau terjun menyeberanginya, kami pun akan terjun bersamamu, dan tak seorang pun dari kami akan tinggal di belakang</em>.” Dari ucapan ini Rasul merasa puas, karena perang ini memang bukan perang suku namun perang atas nama Islam. Yaitu jihad melawan ketertindasan kaum Muslimin di tanah Arab.</span></p>
<p class="content2" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span> </span>Setelah itu, nabi SAW lalu bersabda pada seluruh tentaranya: “<em>Berjalanlah kamu dan bergembiralah karena sesungguhnya Allah telah memberi janji kepadaku salah satu daripada dua golongan.  Demi Allah, sungguh aku seakan-akan sekarang ini melihat tempat kebinasaan kaum Quraisy,</em>”</span></p>
<p class="content2" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Mendengar perintah Rasulullah yang sedemikian itu, segenap kaum muslimin memulaikan perjalanan dengan tulus ikhlas dan berangkatlah mereka menuju ke tempat yang di tuju oleh Nabi. Mereka selalu ta’at dan patuh kepada perintah Nabi dengan melupakan segala sesuatu yang menjadi kepentingan diri mereka sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Perencanaan dan Strategi</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Sumur Badar terletak di lereng yang landai di bagian timur suatu lembah yang bernama &#8220;Yalyal&#8221;. Bagian barat lembah dipagari oleh sebuah bukit besar bernama &#8220;&#8216;Aqanqal&#8221;. Ketika pasukan Muslim tiba dari arah timur, Rasulullah pertama-tama memilih menempatkan pasukannya pada sumur pertama yang dicapainya. Tetapi, seorang bernama Hubab bin Mundhir meyakinkan Rasul untuk memindahkan pasukan ke arah barat dan menduduki sumur yang terdekat dengan posisi pasukan Quraisy. Rasul kemudian memerintahkan agar sumur-sumur yang lain ditimbuni, sehingga pasukan Mekkah terpaksa harus berperang melawan pasukan Muslim untuk dapat memperoleh satu-satunya sumber air yang tersisa.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Setelah melakukan pekerjaan tersebut Sa’ad bin Mu’adh mengusulkan untuk membuat tempat perlindungan bagi Rasul yaitu sebuah gubuk. <span style="color:black;">Berkata Sa&#8217;ad al-Anbany: &#8220;<em>Ya Rasulullah, bila Allah memenangkan kita, engkau tetap sajalah digubuk itu, tetapi bila kami tewas seluruhnya, engkau hendaklah segera meninggalkan gubuk itu bergabung dengan sahabat-sahabat kita yang masih hidup, yang kecintaan mereka terhadap engkau tidaklah kurang dari kecintaan kami</em>.&#8221; Rasulullah amat terharu mendengar ucapan yang demikian itu. </span>Sehingga apabila pasukan Muslim kalah, Rasulullah dapat bergabung dengan pasukan di belakangnya dan kembali ke Madinah dengan harapan selamat dari serangan musuh dan dapat terus mengajarkan Agama Islam. Sebuah pengorbanan dan kesetiaan pasukan Islam terhadap Nabi Muhammad SAW.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Keyakinan yang Kuat</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Detik-detik menjelang pecahnya perang hampir tiba. Pasukan pimpinan Abu Jahl telah nampak dengan kecongkakkannya. Kesombongan mereka diikuti oleh ketakutan para pasukannya yang mempunyai firasat kematian bila berhadapan dengan pasukan Muhammad. Sebuah pasukan kecil yang hanya berlindung pada pedang mereka sendiri. Tiada Seorang dari mereka akan rela mati terbunuh, sebelum dapat membunuh lawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika pasukan telah saling berhadapan, Rasulullah begitu bimbang karena melihat pasukan musuh yang begitu besarnya dan melihat pasukannya yang hanya pasukan kecil dengan senjata seadanya. Dia kemudian pergi ke gubuk bersama Abu Bakar untuk berdoa kepada Allah agar diberi pertolongan. Begitu dalam dan hanyut dalam doa Rasulullah dan dengan begitu serendah-rendahnya Ia meminta pertolongan kepada Allah hingga ia terkantuk. Namun Rasul kembali sadar dan menemui pasukannya dengan penuh rasa gembira karena Allah menjanjikan surga bagi kaum Muslimin yang syahid di medan perang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perang tak terhindarkan lagi. Hanya semangat moril dan keyakinan kepada Allah-lah yang mampu memberikan kekuatan. Hingga pasukan kecil ini mampu menghancurkan pasukan congkak itu. Dengan terbunuhnya Abu Jahl, pasukan besar ini kocar kacir dan kemenangan ada dipihak kaum Muslimin. Apalah arti pasukan besar yang berperang demi nafsu dibandingkan dengan kekuatan kecil yang penuh dengan pesona kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perang Badar ini merupakan moment terpenting dalam menunjukkan eksistensi umat Islam dalam kancah pembentukan peradaban dunia Islam. Mungkin bila umat Islam kalah bisa saja<span>  </span>Islam tidak berkembang saat ini, namun kemenangan ini telah membuktikan bahwa pasukan Rasulullah telah menjadi kekuatan yang amat disegani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27.35pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Alumni Padang Badar inilah yang telah menjadi para arsitek peradaban Islam. Merekalah yang akhirnya menancapkan bendera-bendera tauhid di seluruh tanah di dunia. Sebuah generasi terbaik yang belum ada tandingannya hingga saat ini. Kemenangan bukan hanya berharap dari pertolongan Allah saja, tetapi juga dari perencanaan masa depan yang matang dengan penuh keyakinan kepada Allah serta kemampuan startegi yang baik dalam menghadapi realitas kehidupan[]</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwanelian.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwanelian.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwanelian.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwanelian.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwanelian.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwanelian.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwanelian.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwanelian.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwanelian.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwanelian.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwanelian.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwanelian.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=61&subd=iwanelian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwanelian.wordpress.com/2008/08/27/mengenang-generasi-padang-badar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f3e17b6bf659cb506c10a71ba87efb2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwanelian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwanelian.files.wordpress.com/2008/08/perang-haritsah1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kurindu Keluarga Cemara</title>
		<link>http://iwanelian.wordpress.com/2008/08/23/kurindu-keluarga-cemara/</link>
		<comments>http://iwanelian.wordpress.com/2008/08/23/kurindu-keluarga-cemara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 06:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridwan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwanelian.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim
‘harta yg paling berharga, 
adalah kluarga…

istana yg paling indah, 
adalah kluarga…

puisi yg paling bermakna, 
adalah kluarga…

mutiara, tiada tara, 
adalah kluarga..’
Beberapa tahun yang lalu lyric di atas sering kita dengar ketika suatu sinetron yang ditayangkan pada suatu televisi swasta ditayangkan. Sinetron Keluarga Cemara sinetron yang dimaksud itu. Sinetron hasil arahan sutradara Arswendo Atmowiloto memang sempat booming [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=56&subd=iwanelian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">Bismillahirrahmanirrahim</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial','sans-serif';">‘</span>harta yg paling berharga, </em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><em>adalah kluarga…</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><em><br />
istana yg paling indah, </em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><em>adalah kluarga…</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><em><br />
puisi yg paling bermakna, </em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><em>adalah kluarga…</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><em><br />
mutiara, tiada tara, </em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><em>adalah kluarga..</em><em><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial','sans-serif';">’</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Beberapa tahun yang lalu lyric di atas sering kita dengar ketika suatu sinetron yang ditayangkan pada suatu televisi swasta ditayangkan. Sinetron Keluarga Cemara sinetron yang dimaksud itu. Sinetron hasil arahan sutradara Arswendo Atmowiloto memang sempat booming pada saat itu. Hampir setiap rumah dan tempat-tempat umum lainnya mengkonsumsi sinetron ini. Booming bukan karena artis dan aktornya yang cantik dan gagah. Bukan karena menunjukkan khidupan bebas anak muda dan berlimpahnya harta. Tapi kisah dan nilai yang ada pada sinetron ini yang sarat dengan hal-hal yang positif. Terlepas dari isu-isu yang menyatakan bahwa sinetron itu salah satu media propaganda dari salah satu kelompok, namun kenyataan bahwa sinetron ini adalah salah satu sinetron terbaik yang pernah ada tidak dapat kita pungkiri.<span id="more-56"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Belakangan ini kerinduan akan sinetron semacam Keluarga Cemara ini semakin membesar. Keadaan masyarakat yang begitu rusak saat ini memerlukan pencerahan seperti yang dapat diambil dari sinetron Keluarga Cemara ini. Tidak seperti acara-acara televisi mayoritas saat ini yang menyajikan dunia yang gemerlap, harta, kebencian dan permusuhan, kedengkian dan hasutan, serta kemusyrikan dan kemaksiatan. Dan semua itu dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Dan lihat lah di masyarakat saat ini apa yang terjadi? Kekerasan, penipuan, penindasan. <em>Yup!I </em>seakan-akan masyarakat Indonesia saat ini berhukum pada hukum rimba. Tak ada kasih sayang yang diperlihatkan. Adapun hanya kepada sang kekasih dan dambaan hati yang itupun juga didominasi oleh syahwat dan hasrat biologis semata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Kembali kepada Keluarga Cemara. Dalam sinetron ini diajarkan kepada pemirsanya betapa besarnya nilai sebuah keluarga. Kebahagian suatu keluarga bukanlah diperlihatkan dari kemegahan, banyaknya harta. Tapi bagaimana suatu keluarga dapat bersatu dan kompak dalam menjalani kehidupan dalam keluarga mereka. Meskipun si Bapak hanyalah seorang penarik becak, namun sang Ibu tidak meminta hal-hal yang macam-macam dan sang Ibu sangat pengertian dengan keadaan si Bapak dan si Bapak juga mengerti dengan sang Ibu sehingga tetap bekerja keras untuk dapat member kejutan-kejutan kepada sang ibu sehingga selalu muncul kemesraan dan suasana dalam diri mereka berdua. Sehingga mereka hidup sangat bahagia meskipun dalam keadaan yang pas-pasan. Ini jauh berbeda dengan masyarakat saat ini yang suami istri bertengkar karena merasa tidak adanya saling pengertian diantara mereka. Padahal saat akad nikah dulu telah berjanji menerima pasangannya apa adanya dan akan saling memperbaiki kekurangan masing-masing. Namun kemana ikrar itu? Perceraian mudah sekali terjadi dan seakan-akan itu hal yang lumrah. Konflik sedikit mintai cerai. Tentu hal ini disulut oleh acara-acara gossip selebritis yang menyajikan gaya hidup para selebritis dan berita mereka yang mayoritas adalah berita percraian dan rumah tangga yang hancur lebur. Dan inilah yang menjadi tontonan dan panutan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Selain kemesraan si Bapak dan sang Ibu. Hubungan orang tua dan anak yang penuh kasih sayangpun juga dicontohkan dalam sinetron ini. Ingat bagaimana sang anak pengertian dengan kedua orang tuanya. Mereka tidak meminta macam-macam kepada orang tuanya dan bahkan hal tersebut sangatlah mereka butuhkan, apalagi hal-hala yang menarik mereka dan dimilki oleh teman-teman mereka yang sanggup untuk membelinya. Bahkan mereka pun iku membantu orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun di samping itu semua sang anak tidak mengeluh dan tetap berjuang sebaik-baiknya. Mereka tetap berprestasi di sekolahnya sehingga membuat orang tuanya bannga. Dan begitu juga dengan orag tuanya. Mekipun anak-anak mereka tidak menuntut dan menunjukkan kemanjaan yang berlebihan, tapi mereka tetap pengertian dengan keinginan anak-anak mereka. Sang orang tua tetap berusaha semaksimal mungkin untuk<span> </span>memenuhi kebutuhan anak-anaknya dan selalu menunjukkan kasih sayang, didikan dan bimbingan kepada anak-anak mereka sehingga sang anak selalu bangga dengan memiliki orang tua seperti orang tuanya. Berbeda dengan hubungan orang tua dan anak saat ini. Sang anaka selalu menuntut kesenangan dan selalu bersikap manja dan tanpa menunjukkan prestasi yang dapat dibanggakan orang tua mereka. Sedangkan sang orang tua merasa tertekan untuk memberikan keinginan anak-anaknya, sehingga banyak yang frustasi dan akhirnya mereka pun jengkel kepada anak-anak mereka dan muncullah kekerasan terhadap anak-anak mereka. Dan semua ini juga dicontohkan di tayangan-tayangan televisi saat ini. Kehidupan anak-anak muda yang bebas dan penuh kegemerlapan dan hedonisme. Dan semua itu meracuni anak-anak sekarang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Dan satu lagi yang menjadi nilai utama dalam sinetron Keluarga Cemara ini adalah hubungan kakak beradik yang membimbing, mengayomi dan sayang menyayangi dan hormat menghormati. Kakak beradik yang kompak dan bekerjasama dalam membantu kedua orang tuanya dan meraih prestasi. Sungguh saat ini menjadi kejadian langka dimasyarakat kita. Yang ada adalah pertengkaran anatara kakak beradik dan saling berebutan harta warisan orang tua mereka. sekali lagi ini<span> </span>pun sangat banyak dicontohkan oleh tayangan-tayangan saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Apakah keadaan masyarakat seperti saat ini yag kita dambakan? Dimana kekerasana, penindasan, hasut, kedengkian dan penipuan serta kebohongan menjadi budaya. Atau kehidupan seperti Keluarga Cemara yang penuh pengertian dan kasih sayang?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial','sans-serif';">sumber : <a href="http://newbensagung.wordpress.com/2008/03/05/kurindu-keluarga-cemara/">http://newbensagung.wordpress.com/2008/03/05/kurindu-keluarga-cemara/</a></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwanelian.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwanelian.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwanelian.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwanelian.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwanelian.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwanelian.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwanelian.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwanelian.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwanelian.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwanelian.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwanelian.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwanelian.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=56&subd=iwanelian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwanelian.wordpress.com/2008/08/23/kurindu-keluarga-cemara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f3e17b6bf659cb506c10a71ba87efb2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwanelian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SANG MURABBI DAN KAPITALISME INDUSTRI FILM</title>
		<link>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/21/sang-murabbi-dan-kapitalisme-industri-film/</link>
		<comments>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/21/sang-murabbi-dan-kapitalisme-industri-film/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 03:58:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridwan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwanelian.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[oleh Muhammad Yulius

“Sesungguhnya, mereka yang berkata tentang revolusi tetapi tak mampu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, telah menyimpan bangkai dalam mulutnya .” (Raoul Vaneigem)
 
PENGANTAR
Pernyataan Raoul Vaneigem, filsuf kelahiran Lessines, Belgia, 1934, di atas mencoba mengoreksi bahwa gerakan Anti-Globalisasi selama ini telah terpeleset ke dalam upaya memahami fase terkini dari kapitalisme―yang telah bertransformasi menjadi kapitalisme global. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=47&subd=iwanelian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">oleh Muhammad Yulius</p>
<p style="text-align:center;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">
<p style="text-align:center;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">“<em>Sesungguhnya, mereka yang berkata tentang revolusi tetapi tak mampu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, telah menyimpan bangkai dalam mulutnya</em> .” (Raoul Vaneigem)</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>PENGANTAR</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Pernyataan Raoul Vaneigem, filsuf kelahiran Lessines, Belgia, 1934, di atas mencoba mengoreksi bahwa gerakan Anti-Globalisasi selama ini telah terpeleset ke dalam upaya memahami fase terkini dari kapitalisme―yang telah bertransformasi menjadi kapitalisme global. Memang, dalam banyak hal kapitalisme tampil dengan wajah baru (contohnya: negara meningkatkan kontrol atas populasinya, sementara negara itu sendiri telah kehilangan kontrol atas kapital dan perdagangan), tetapi kapital selalu mencakup sebuah dorongan untuk berekspansi. Dalam logikanya sendiri, kapitalisme selalu berwujud sebuah motivasi untuk terus-menerus berkembang secara rakus dan ganas. Inilah logika yang lahir sejak logika mendasar kapital, “tumbuh atau mati”, diajarkan di sekolah-sekolah ekonomi-manajemen. Mentalitas dan manifestasi materialnya secara jelas telah dipaparkan sepanjang sejarah.<span id="more-47"></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Untuk menghubungkannya dengan konteks lokal, kita dapat melihat bagaimana bisnis-bisnis lokal juga memiliki sifat dan kecenderungan yang sama. Dalam konteks paling sederhana, kita dapat melihat bagaimana kapitalisme selalu perlu untuk berekspansi dengan cara menyikat dan mencaplok lahan berpotensi bisnis tinggi. Struktur ekonomi yang menopang bisnis tersebut tidak berbeda antara bisnis lokal (yang mulai menasional) seperti Es teler 77 atau Baso Karapitan, dengan korporasi raksasa seperti Salim Group dan Bakrie atau bahkan yang bersifat multinasional seperti Coca Cola dan KFC (yang awalnya juga bermula dari bisnis lokal). Ilustrasi ini menggambarkan bahwa kapitalisme pada dasarnya memiliki karakteristik yang sama. Karenanya, dengan demikian, menjadi jelas bahwa apa yang patut untuk diserang saat kita berkata mengenai kemiskinan, tidak lagi terbatas pada wujud kapital global semata, melainkan lebih pada struktur yang berada di baliknya: sistem ekonomi kapitalisme, sistem yang telah memaksa kita semua untuk terlibat di dalamnya atau mati. Dilihat lagi dalam konteks global, manifestasi terkini dari kapital adalah sebuah reorganisasi kekuasaan yang mulai mengikis kedaulatan negara-bangsa. Dampak ini seringkali menghasilkan sebuah jebakan fatal bagi para aktivis Anti-Globalisasi. Lihatlah apa yang menjadi acuan bagi basis teknologi komunikasi kita, misalnya, dengan melekatnya merk-merk internasional seperti Nokia, Motorolla, Siemen, Bluebarry, Sony-Ericson, HP, atau Microsoft, dalam memori kehidupan modern kita? Kita bisa dengan ekstrem mengatakan bahwa modernitas dan seluruh capaiannya adalah sebuah negeri, sebuah ideologi, dan sebuah kiblat, bernama Barat. Jika kita bertanya, “di mana nasionalisme kita?” dalam konteks ini, apa jawabannya? Sangat sulit!</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Inilah jebakan yang seringkali membuat para aktivis Anti-Globalisasi, entah itu para intelektualnya ataupun para organisator akar-rumputnya, tampil dalam perilaku yang ambigu: mereka mempromosikan kedaulatan negara-bangsa untuk melawan globalisasi kapitalisme, tetapi produk domestik mereka justru adalah produk kapitalisme, sehingga perlawanan itu menjadi dagelan. Di sinilah pernyataan Vaneigem di atas menjadi faktual: revolusi yang dikibarkan hanyalah kosmetik yang gampang luntur karena wajah di balik kosmetik itu tak punya idealisme untuk tampil sebagai wajah peradaban. Walhasil, revolusi mereka tak menemukan momentum dalam kesehariannya, karena wajah keseharian mereka telah dipoles oleh produk-produk kaum kapitalis.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>GURITA KAPITALISME</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Ernst Mandel, filsuf kelahiran Frankfurt, April 1923, menguraikan tiga lompatan fundamental dalam evolusi teknologi mesin di bawah kendali kapital. <em>Pertama</em>, produksi mesin dengan mesin uap tahun 1848; <em>kedua</em>, produksi mesin dengan mesin elektrik dan sistem pembakaran sejak tahun 1890; dan <em>ketiga</em> produksi mesin dengan mesin elektronik dan aparatus tenaga nuklir sejak tahun 1940-an. Periodesasi ini sekaligus menggarisbawahi tiga momen fundamental dalam kapitalisme: kapitalisme pasar, kapitalisme monopoli (imperialisme), dan kapitalisme multinasional. Menurut Mandel, kapitalisme multinasional merepresentasikan kapitalisme yang paling murni dari yang pernah ada karena telah melakukan ekspansi besar-besaran ke wilayah yang sebelumnya tidak dijadikan komoditas, seperti: penetrasi dan kolonisasi terhadap alam, kolonisasi wilayah estetika dan ketidaksadaran <em>(unconciousness)</em>, yakni berupa penghancuran sistem pertanian prakapitalis dan kelahiran industri media dan iklan (Madan Sarup, 2003: 323-4). Mengikuti alur tahapan perubahan momen kapitalisme tersebut, kritikus budaya Fredrich Jameson lalu mengajukan sebuah analisis yang menyejajarkan posmodernisme dengan ekspansi komoditas budaya secara besar-besaran dalam tahap kapitalisme multinasional <em>(late capitalism)</em>. Ia tampaknya masih mengikuti konsep basis-superstruktur Marx bahwa perubahan struktur ekonomis juga tercermin dalam perubahan kebudayaan meski hubungan ini sangat kompleks.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Bagi Jameson, dalam era kapitalisme multinasional telah terjadi ledakan kebudayaan yang sangat luar biasa di segala aspek kehidupan yang ia sebut sebagai “dominan budaya” <em>(cultural dominant)</em>. Di dalam cara mengada dunia seperti ini, konsep modern mengenai pembagian dan otonomi kerja dalam ruang-ruang sosial (ruang ekonomi, budaya, politik) telah runtuh: ruang budaya menjadi ruang ekonomi, sedangkan ruang ekonomi dan politik berubah menjadi bentuk-bentuk kebudayaan. Segala batasan-batasan produksi budaya era sebelumnya (modernisme) diterabas, tidak ada lagi kanonisasi atau institusionalisasi akademis modernis terhadap produk kebudayaan. Dalam pandangan Jameson, dominan budaya dalam era posmodern ini terjadi karena hampir semua <em>“produksi estetis telah terintegrasi menjadi produksi komoditas” </em>(Jameson, 1999: 4)<em>. </em></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Kepentingan ekonomi kaum kapitalis memaksa produsen untuk menghasilkan barang-barang yang selalu baru dan mendorong mereka untuk berinovasi dan terus bereksperimentasi menciptakan barang-barang yang baru. Era yang juga disebut posmodernisme ini ditandai oleh komodifikasi besar-besaran di hampir seluruh ruang kehidupan, baik terhadap alam fisik maupun terhadap tubuh manusia sendiri. Dengan kata lain, dominan budaya posmodernisme secara struktural adalah representasi kultural dan ideologis kapitalisme lanjut <em>(late capitalism/multinasional capitalism)</em> dan secara sosial diterima sebagai budaya konsumerisme.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>KAPITALISME INDUSTRI FILM</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Yang juga dilupakan oleh para aktivis Anti-Globalisasi adalah bahwa pusat kapitalisme mendasarkan dirinya tidak hanya dalam sektor perdagangan atau finansial, melainkan juga dalam pusat-pusat produksinya―sebuah titik di mana sebagian besar dari kita terpaksa mengambil bagian di dalamnya dan mereproduksi perbudakan dan pelecehan atas diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Mari kita lihat industri film sebagai salah satu contoh pusat produksi kaum kapitalis yang sangat subur dan strategis.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Film adalah salah satu faktor penting dari ikon budaya pop bersama musik. Kekuatan kedua industri penghasil budaya pop ini telah membius gaya hidup kelompok besar masyarakat. Produk hiburan dan budaya yang keluar dari dua ikon tersebut menjadi kiblat (<em>trendsetter</em>) bagi konsumsi budaya kelompok masyarakat itu.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Hal yang membuat pengaruh kebudayaan pop begitu kuat bagi masyarakat adalah karena ia terbangun dari sejumlah elemen penting, di antaranya adalah globalisasi, komunikasi, informasi, hiburan, dan komersialisme. Kekuatan arus globalisasi telah mengikat berbagai aktivitas kehidupan dunia, dari perekonomian hingga hiburan, ke dalam sebuah ikatan yang saling memengaruhi. Oleh karena itu, terjalinnya komunikasi merupakan prasyarat penting untuk merespons arus globalisasi itu. Dan, budaya pop menyuguhkan komunikasi itu dalam kemasan hiburan dan informasi melalui komersialisasi produknya di tengah arus globalisasi.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Nah, akibat sosial dari arus ini adalah tergerakkannya kebudayaan menjadi salah satu subjek gerakan industrialisasi itu. Sebagai hasil ikutannya, pelaku budaya pop, seperti pegiat film dan penyanyi, menjadi figur baru di tengah konstelasi sosial politik yang terjadi di suatu negara. Kehadiran mereka di dunia budaya pop dengan berbagai gaya hidup yang dibawanya menginspirasi masyarakat untuk memimpikan kehadiran mereka pula dalam kehidupan praktis sebagai model. Kehadiran mereka sebagai patron dalam kehidupan budaya telah membius masyarakat untuk menjadikannya sebagai patron untuk aspek kehidupan yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Repotnya, umat Islam tak pernah berada dalam posisi tawar yang tinggi, sekalipun secara SDM banyak pegiat film (dari aktor, sutradara, sampai produser) yang beragama Islam. Umat Islam lagi-lagi berada dalam pusaran arus kapitalisme yang nyaris tak bisa dilawan, dengan pilihan yang menghadang: terlibat di dalam arus atau mati. Maka, lihatlah bagaimana arus utama industri film kita dikuasai oleh kaum kapitalisme, yang atas nama uang bisa membuat film apa saja. Merekalah yang menciptakan trend perfilman kita dan membuatnya menjadi beku―yaitu opini penonton yang berpikir bahwa film yang baik adalah film yang diproduksi kaum kapitalis. Jadi, jika mereka memproduksi film seperti <em>ML</em>, <em>XL</em>, <em>BCG</em>, <em>Hantu Jeruk Purut</em>, dll tidaklah mengherankan, karena di tangan merekalah arus utama industri film kita ditentukan. Siapa pula para pemain dan sutradara film-film itu kalau bukan orang Islam, juga menjadi fakta yang sangat memilukan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Bagaimana menyalahkan penonton sebagai bagian dari memperbaiki posisi tawar umat Islam? Ini bukan jawaban, sebab penonton kita merasa tak punya pilihan. Mana itu film yang bermoral dan berestetika tinggi, jika film yang gencar diproduksi lagi-lagi film berbau seks dan hantu? Di mana berkiprahnya sutradara Muslim, aktor Muslim, produser Muslim, kalau bukan di ladang-ladang industri film berkapital besar milik kaum kapitalis itu?</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Industri film memang industri yang padat modal. Di Indonesia, untuk membuat film dengan bahan baku 35 mm, diperlukan biaya kurang lebih Rp3-5 miliar, bahkan ada yg lebih, seperti AAC (Rp10 miliar). Bandingkan dengan industri film Hollywood yang biaya produksinya jutaan, bahkan puluhan juta dollar. Sementara jika film dibuat dengan format Digital Betacam, kemudian dipindahkan ke pita seluloid (kinetransfer), biaya yang dibutuhkan sekitar Rp2,5 miliar.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Menurut seorang produser sebuah rumah produksi besar, bisnis film di Indonesia adalah bisnis yang tidak visibel alias tidak menjanjikan dibandingkan dengan bisnis perbankan atau valas. Modal yang berputar tidak akan kembali dalam hitungan hari atau minggu, tapi berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Akhirnya, industri film di Indonesia dikuasai hanya oleh segelintir orang pemilik modal. Merekalah yang dengan sesuka hati membentuk persepsi masyarakat tentang nilai-nilai baik dan benar.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;"><em>SANG MURABBI</em>, FAKTA TENTANG SEBUAH GERAKAN</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Masih ingat dengan gerakan Dadaisme? Dadaisme merupakan aliran pemberontak di antara seniman dan penulis. Kaum Dadaisme ini memiliki semangat menolak <em>frame</em> berpikir bahwa &#8220;seni adalah sesuatu yang tinggi, yang mahal, yang serius, <em>complicated</em>, dan eksklusif&#8221;. Mereka membenci <em>frame</em> berpikir &#8220;seni tinggi&#8221; karena seni semacam itu adalah milik kaum menengah ke atas yang memiliki estetika semu. Itulah Dadaisme, apapun sah untuk disebut seni!</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Dada (yang berarti kuda mainan dari kayu) adalah sebuah gerakan seni yang merupakan reformasi dari dunia seni seperti perang yang menyapu pikiran/ingatan masyarakat. Dadaisme membawa hal-hal baru: ide-ide baru, bahan-bahan baru, tujuan-tujuan baru, dan orang-orang baru. Dada tidak memiliki karakteristik/kesatuan bentuk seperti yang dimiliki oleh gerakan-gerakan lainnya. Dadaisme seringkali diartikan seperti mengeluarkan ide-ide celaan dan kemarahan besar lalu memasukkannya ke dalam seni, jadi ini sangat nyata. Ia tetap apresiasi besar hasil karya manusia.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Dadaisme dikembangkan di Zurich pada tahun 1915 oleh sekumpulan pelukis, seperti Hans Arp dan penyair Rumania, Tristan Tzara, adalah aliran yang dikatakan banyak mempengaruhi seni modern. Tokoh-tokoh Dadaisme antara lain Marcel Duchamp, Raoul Hausmann, Tristan Tzara (1896-1963), Hugo Ball, Salvador Dali (Spain), Max Ernst, Marcel Janco, Man Ray, Hans Richter, Kurt Schwitters, Sophie Tauber, dan Hans Arp.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Jika Hans Arp dan Tristan Tzara berani melakukan pemberontakan terhadap arus utama estetika seni tinggi, dengan tujuan menawarkan seni “rendah”, bisakah gerakan pemberontakan itu dibuat sebaliknya? Jawabnya: sangat bisa!</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Secara kasus per kasus, para seniman dunia telah melakukan gerakan itu dengan caranya sendiri-sendiri. John Lennon, misalnya, berani “berkelahi” melawan Amerika dan harus mati di tangan agen CIA (Mark David Chappman) ketika menyerukan pemboikotan terhadap perang AS melawan Vietnam. Lagu-lagu Lennon seperti <em>Imagine</em>, <em>Give Peace a Chance</em>, dan <em>Instant</em> <em>Karma</em>, berbicara tentang perlawanan itu. Film <em>U.S. Versus Lennon</em> juga dapat menjelaskan situasi perlawanan ala Lennon. Novelis David Morrel menciptakan tokoh John Rambo yang mencoba melawan dan membongkar kedok mafia perang AS yang berbisnis di Vietnam.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Perlawanan terhadap kemapanan industri yang dimonopoli oleh kekuatan kapitalis, juga muncul dalam bentuk yang lain, yaitu komunitas underground. Komunitas ini melakukan perlawanan dengan mengkapitalisasi diri sendiri dalam kelompok-kelompok musik yang melempar album berjalur indie label, kelompok filmmaker yang memproduksi film pendek independen, atau kelompok-kelompok IT yang bergerak dengan <em>carding </em>dan <em>deface web</em>. Nah, bagaimana dengan para seniman Muslim, khususnya di Indonesia?</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Kita memang dikejutkan oleh munculnya film <em>Ayat-Ayat Cinta</em> yang menorehkan prestasi luar biasa (ditonton oleh sekitar 3 juta orang) dalam sejarah perfilman nasional. Tapi, dalam konteks tulisan ini secara keseluruhan, kita mencoba menggugat: siapa yang memproduksi film itu? Sutradaranya memang Hanung Bramantyo, seorang Muslim dan kader Muhammadiyah, tetapi dalam konteks industri film, Hanung sama posisinya seperti Fedy Nuril, Riyanti Catright, dll: sama-sama pekerja!</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Nah, jika film <em>Sang Murabbi </em>diteropong dalam konteks ini, maka kita akan menemukan fakta bahwa film ini merupakan embrio penting dari geliat sebuah gerakan perlawanan terhadap arus deras kapitalisme industri film. Fakta-fakta itu bisa kita runut dari konsep cerita, <em>policymaker</em>, <em>filmmaker</em>, sampai para pemain.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;"><em>Sang Murabbi </em>sesungguhnya hanya meneruskan sejarah, karena perlawanan terhadap monopoli industri film telah dimulai justru di Amerika, kiblat film dunia. Gerakan film underground diawali oleh sebuah essai Manny Farber, seorang kritikus film Amerika, yang dilansir pada tahun 1957 berjudul <em>Underground Films</em>. Farber menggunakan istilah <em>underground</em> untuk menggambarkan semangat para sutradara yang bekerja dengan ideologi anti-Hollywood.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Para sineas anti-Hollywood sesungguhnya juga bergerak atas nama perlawanan ideologi yang didengung-dengungkan oleh para filsuf abad ke-20 seperti Albert Camus yang mengatakan bahwa karya seni sesungguhnya adalah pemberontakan. Dalam konteks ideologi, pemberontakan itu bergerak dengan misi pembebasan, yaitu memerdekakan seni dari semangat borjuasi yang menjunjung tinggi hedonisme dan mengucilkan diri dari kenyataan sosial masyarakat. Dengan demikian, menurut filsuf George Lucas, ideologi perlawanan itu sangat menjunjung tinggi teori seni berbasis kontemplasi dialektika antara seniman dan lingkungannya sebagai dua kekuatan yang saling mengokohkan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Dalam konteks inilah <em>Sang Murabbi </em>menegaskan dirinya sebagai sebuah gerakan yang mencoba memecahkan iklim dunia film yang telah terbekukan oleh situasi borjuasi―seperti kita ketahui, borjuasi dunia hiburan, khususnya film, ditandai oleh fungsinya sebagai hiburan, yang atas nama demikian menghalalkan pelanggaran etika dan estetika dengan tujuan tercapainya fungsi menghibur. <em>Sang Murabbi</em> adalah ordinasi dari gerakan revolusi berpikir dan cara mengapresiasi, dengan cara memposisikan film dan penikmatnya tidak berhenti sebagai sekadar sebagai produk tontonan dan penonton. <em>Sang Murabbi</em> adalah embrio revolusi produk tontontan dan cara menonton, sehingga berakhirlah era kekuasaan uang, yang dengan atas namanya produsen leluasa memproduksi tontonan dan membentuk cara menonton yang destruktif.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Sinyal akan munculnya publik penonton dengan karakteristik di atas sesungguhnya telah terlihat dalam kasus film AAC. Film ini sukses bukan saja karena menyedot jumlah penonton terbesar, tetapi juga karena menampilkan warna baru dalam industri perfilman di Indonesia. Publik penonton film AAC sangat terlibat secara ideologis dengan tokoh-tokoh dalam film ini karena film ini memaparkan secara lugas idiom-idiom Islam di dalamnya, terlepas dari kontroversi kualitas penceritaan yang jauh dari cerita versi novelnya. <em>Sang Murabbi</em> bahkan menukik lebih tajam dengan publik penonton yang sangat ideologistis, yaitu mereka yang terlibat dalam arus utama gerakan tarbiyah di Indonesia dan para pendukungnya. Apalagi, antusiasme mereka semakin tinggi ketika tahu bahwa <em>Sang Murabbi </em>adalah film alternatif yang diproduksi oleh para pelaku dalam arus utama gerakan tarbiyah itu.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Masalahnya, sebagai sebuah gerakan, <em>Sang Murabbi</em> menghadapi tembok raksasa yang telah bertahun-tahun dibangun oleh kaum kapitalis di belantara industri film. Setidaknya, tembok raksasa itu bisa dijelaskan secara global sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong><em><span style="color:black;"><span> </span>Kinetransfer</span></em></strong><span style="color:black;">. Memindahkan format Betacam Digital ke Seluloid atau membuat Copy Master yang biasa disebut Copy A, biayanya sebesar $ 30.000 atau Rp. 300.000.000,- dengan kurs Dollar sebesar 10 ribu rupiah. Pekerjaannya pun tidak dapat dilakukan di Indonesia (karena memang belum ada fasilitas untuk itu), melainkan di Bangkok, India atau Australia.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-13.5pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt 45pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><em><span style="color:black;">Audio Post Dolby Stereo</span></em></strong><span style="color:black;">. Untuk dapat dinikmati dengan baik di bioskop biasanya audio dalam film menggunakan sistim Dolby Stereo. Biaya untuk Audio Post ini sekitar 100 juta rupiah.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-13.5pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt 45pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><em><span style="color:black;">Lisensi </span></em></strong><span style="color:black;">untuk dapat menggunakan system Dolby stereo sekitar 2.500 pondsterling, berarti kurang lebih 50 juta rupiah, kalau kita anggap kurs dari poundsterling ke rupiah 20 ribu rupiah.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-13.5pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt 45pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color:black;">Setelah Master Copy A jadi, maka dibuatlah <strong><em>Copy B</em></strong> sebanyak jumlah layar bioskop yang hendak kita putar. Satu Copy B menelan biaya antara 10 jt s/d 60 jt tergantung kualitas positif filmnya. Kita anggap saja, kita memerlukan 20 Copy B dengan kualitas sedang. Berarti 20 X 20 juta, sama dengan 400 juta rupiah.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-13.5pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt 45pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color:black;">Total biaya yang diperlukan untuk dapat diputar di 10 bioskop adalah 850 juta rupiah. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Pertanyaannya kemudian adalah: sanggupkah film <em>Sang Murabbi</em> meruntuhkan tembok raksasa ini? Jawabnya: sanggup! Logika yang digunakan oleh Hans Arp dan Tristan Tzara ketika memproklamasikan gerakan Dadaisme dapat dijadikan contoh. Gerakan yang dipandang sebelah mata itu telah melahirkan arus-utama neo-Dadisme yang berciri nihilistik dan destruktif, yang karena tak ada lagi norma yang bisa diprotes mereka lalu mengembangkan dadaisme menjadi gerakan seni masokisme dan sadisme (Barbara Rose, <em>Seni dan Pemberotnakan</em>, Bentang Budaya 1998). Nah, siapakah para penopang utama gerakan Dadaisme? Mereka adalah seniman dan para penikmatnya, yang membiayai gerakan mereka sehingga dadaisme menjadi gerakan pemberontakan kesenian yang paling fenomenal sepanjang sejarah.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">Pertanyaan ini pun dapat dialamatkan kepada film <em>Sang Murabbi</em>; siapakah para penopang utama film <em>Sang Murabbi</em>? Mereka adalah dai-seniman dan “umatnya”. Mereka inilah sesungguhnya para pelaku gerakan yang mampu menumbangkan tembok raksasa di atas sekaligus meruntuhkan dominasi kaum kapitalis dalam industri film kita. Selama umat Islam tak mampu mengkapitalisasi produknya sendiri, selama itu mereka hanya akan berjalan di sebuah titik di mana sebagian besar dari kita terpaksa mengambil bagian di dalam arus yang diciptakan kaum kaptilais dan mereproduksi perbudakan dan pelecehan atas diri kita sendiri. <em>Wallahua&#8217;lam bishsawab</em>.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:115%;margin:0 0 0.0001pt;">sumber : http://klubkitakemon.multiply.com/journal/item/1/Film_Sang_Murabbi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27.35pt;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwanelian.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwanelian.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwanelian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwanelian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwanelian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwanelian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwanelian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwanelian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwanelian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwanelian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwanelian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwanelian.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=47&subd=iwanelian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/21/sang-murabbi-dan-kapitalisme-industri-film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f3e17b6bf659cb506c10a71ba87efb2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwanelian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pragmatisme Mahasiswa Versus Heroisme Kelompok Aksi</title>
		<link>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/pragmatisme-mahasiswa-versus-heroisme-kelompok-aksi/</link>
		<comments>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/pragmatisme-mahasiswa-versus-heroisme-kelompok-aksi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 03:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridwan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwanelian.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Edo Segara, S.E.
Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta.

 Pendahuluan
Mahasiswa memang menjadi komunitas yang unik di mana dalam catatan sejarah perubahan. Dimana mahasiswa selalu menjadi garda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=38&subd=iwanelian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">oleh : Edo Segara, S.E.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft" src="http://muhtarsuhaili.files.wordpress.com/2007/04/reformasi98.jpg?w=217&#038;h=140" alt="" width="217" height="140" />Kepada para mahasiswa<br />
Yang merindukan kejayaan<br />
Kepada rakyat yang kebingungan<br />
Di persimpangan jalan<br />
Kepada pewaris peradaban<br />
Yang telah menggoreskan<br />
Sebuah catatan kebanggaan<br />
Di lembar sejarah manusia<br />
Wahai kalian yang rindu kemenangan<br />
Wahai kalian yang turun ke jalan<br />
Demi mempersembahkan jiwa dan raga<br />
Untuk negeri tercinta.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong> Pendahuluan</strong><br />
Mahasiswa memang menjadi komunitas yang unik di mana dalam catatan sejarah perubahan. Dimana mahasiswa selalu menjadi garda terdepan dan motor penggerak perubahan. Mahasiswa di kenal dengan jiwa patriotnya serta pengorbanan yang tulus tanpa pamrih. Gerakan mahasiswa dalam hal ini adalah jalan yang paling mungkin untuk mengubah ketidakadilan menjadi keadilan, mengubah hegemoni penguasa yang menyengsarakan rakyat serta mengahpuskan tirani yang ada.<span id="more-38"></span><br />
Mahasiswa menyandang banyak sekali gelar yakni kaum intelektualitas serta sebagai agen perubahan sosial. Bahkan Soekarno mendiang pemimpin kita dahulu berkata: “beri kami sepuluh orang pemuda maka akan kuguncang dunia”. Pemuda yang dimaksud adalah mahasiswa yang mempunyai kulaitas spesifik tampil sebagai satu lapisan masyarakat yang vocal, berorientasi ke depan sehingga menjadi idealis dan tentu saja akhirnya memiliki suatu posisi social tertentu di masyarakat dan bahkan menentukan perubahan di dalamnya.<br />
Pada kebanyakan Negara-negara tiran dan despotik, mahasiswa selalu menjadi pemicu dan pembawa mainstream perubahan. Kesadaran politik dan sosial mahasiswa adalah kesadaran subjektif yang diinternalisasikan dari realitas obyektif yang berkembang disekitarnya. Terkadang ia dibentuk oleh ketimpangan sosial yang mempengaruhi kesadarannya, atau oleh system politik yang tidak adil, atau pula oelh kesadaran ideologis. Sehingga sebagai creative minority, menurut Cak Nur (panggilan akrab Alm. Nurcholish madjid), tugas gerakan mahasiswa adalah menggugah pribadi masayarakat yang tulus tetapi diam atau bersama klise (silent majority), dan memberikan rasa aman kepada mereka untuk berani.<br />
Kehidupan mahasiswa tentu saja tidak terbatas pada studi dan kegiatan-kegiatn politik. Malah bagian terbesar tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan politik. Mahasiswa merupakan suatu golongan yang sedang mempersiapkan diri untuk dapat menerima tanggung tanggung jawab sebagai orang-orang  dewasa sepenuhnya. Dalam masa menjadi mahasiswa, masing-masing mengalami perkembangan dalam berbagai aspek kehidupan yang meskipun dapat dibedakan satu sama lain. Dengan sendirinya perkembangan yang dialami masing-masing mahasiswa ini bukan tanpa masalah; mereka senantiasa berhadapan dengan masalah-masalah, kecil maupun besar.<br />
Masalah yang dihadapi mahasiswa saat ini memang semakin rumit. Belakangan ini banyak kampus makin sepi, tak hanya dari sepi aktivitas tapi juga sepi sikap kritis mahasiswanya. Kondisi mahasiswa saat ini menghadapi masalah yang lebih kompleks dimana gelombang liberalisasi tidak hanya terjadi pada wilayah ekonomi tapi juga terjadi pada wilayah jasa khususnya pendidikan. Ya, liberalisasi pendidikan menjadi salah satu hambatan mahasiswa yang menjadikan mereka menjadi semakin pragmatis. Sikap apatis  mahasiswa terhadap gerakan mahasiswa saat ini terjadi karena akibat dari liberalisasi pendidikan yang mengharuskan mereka harus cepat-cepat keluar dari kampus karena biaya yang mahal.<br />
Tak anyal penelitian yang dijadikan skripsi strata 1 mahasiswa banyak yang menjiplak dari skripsi yang sudah ada. Topik-topik yang belum pernah diangkat biasanya hanya digarap oleh para mahasiswa yang aktif di kampus (red.aktifis). Untuk memulai topic yang baru memang berat karena keterbatasan wawasan mahasiswa. Biasanya yang memilih topik idealis adalah mahasiswa aktifis, karena mereka biasa berargumentasi. Mahasiswa non-aktifis rata-rata cenderung memilih topik-topik yang sudah banyak teliti dengan alasan topik itu dirasa mahasiswa lebih mudah dan cepat diselesaikan sehingga nisa lulus cepat dengan waktu yang ditargetkan, sungguh sangat pragmatis.<br />
Soe Hok Gie menilai, kebobrokan di lingkungan kecil setingkat kampus, sebenarnya merupakan pencerminan adanya keboborokan pada lingkaran lebih luas; masyarakat dan pemerintahan. Gie, mengkritik bahwa mahasiswa-mahasiswa kita sekarang sekarang sangat berorientasi pada pemuasan kepentingan diri sendiri, tidak peka lagi pada masalah-masalah kemasyarakatan ditanah air.<br />
Menegakkan dan meneguhkan idealisme menjadi barang langka pada era mahasiswa sekarang yang lebih terkenal dengan budaya hedonisnya. Secara umum, kegiatan mahasiswa tetap berjalan namun peminat budaya hedonis dan study oriented lebih banyak ketimbang bergabung dengan lembaga kemahasiswaan. Nampaknya atmosfer pragmatisme menjadi udara yang biasa kita hirup setiap saat dikampus-kampus Indonesia era sekarang. Sehingga penyakit yang menjangkiti mahasiswa sekarang adalah penyakit PRAGMATIS!</p>
<p><strong>GATS Implikasi Liberalisasi Pendidikan</strong></p>
<p>Sejak Pemerintah RI menandatangani kesepakatan dengan General Agreement on Trade In Services (GATS) pada Desember 2005, maka gelombang liberalisasi pendidikan mulai masuk ke dalam negara Indonesia. Dalam kesepakatan ini, disepakati kerjasama terbuka dalam hal education (pendidikan) dan jasa sebagai perdagangan (trade) di Pasar Indonesia. Sehingga implikasi dari kesepakatan ini memberi tuang bebas kepada Negara-negara lain untuk berjualan perguruan tinggi di Negara Indonesia. Tentunya akan bermunculan perguruan-perguruan tinggi asing di Indonesia. Efek lain dari kesepakatn ini adalah banyak universitas (perguruan tinggi) yang berbenah diri untuk memperbaiki dapurnya, lagi-lagi yang dibebankan adalah biaya pendidikan (SPP) mahasiswa.<br />
Biaya kuliah yang mahal menjadikan sedikit rakyat Indonesia yang dapat mencicipi kuliah dan punya kesempatan memperoleh perndidikan hingga ke jenjang ini karena sistem perekomian di Indonesia yang kapitalis serta biaya pendidikan yang begitu mahal sehingga kemiskinan menjadi bagian hidup rakyat ini.<br />
Otonomisasi pendidikan/“otonomi finansial”, dimaknai oleh pejabat-pejabat perguruan tinggi sebagai pengalihan tanggung jawab dari negara kepada masyarakat yang berimplikasi pada mahalnya biaya kuliah (SPP). Biaya kuliah (SPP) yang mahal memberikan dampak yang serius kepada mahasiswa selaku instrumen gerakan demokrasi yang penting. Mahasiswa dipaksa untuk “tidak berlama-lama” dikampus. Mahasiswa dikondisikan untuk cepat lulus, karena mahalnya biaya yang harus ditanggung. Belum lagi perampingan SKS yang 3,5 tahun mahasiswa bisa keluar dari kampus menjadi Sarjana bahkan ada kampus yang menerapkan non-skripsi (tidak mengerjakan skripsi tidak apa-apa).<br />
Disamping itu dengan “otonomi finansial” kampus akan disibukkan dengan pancarian sumber-sumber finansial dari berbagai arah, dimulai dengan pembukaan program-program seperti diploma, ekstensi, swadaya, dan paradigma riset yang mengarah pada kebutuhan pasar, dengan tanpa memperhatikan kualitas, jati diri, budaya dan kemanfaatannya bagi negeri sendiri. Ukuran-ukuran kompatibilitas seorang mahasiswa kemudian diukur dari tingginya indeks prestasi kumulatif dan pendeknya masa studi, dan bukan pada ukuran moral dan kontribusinya pada masyarakat.<br />
Mahasiswa dituntut untuk kuliah yang intensif, disibukkan dengan tugas-tugas kuliah yang ‘seabreg’ agar cepat lulus. Mahasiswa seperti ini terfokus pada satu misi yakni, bagaimana caranya mendapatkan nilai bagus (tidak peduli dengan cara apapun), cepat lulus, senang-senang (hedonis) dan bagaimana bisa secepatnya mendapatkan pekerjaan. Sehingga tidak heran jika kita melihat aktifitas kelembagaan mahasiswa sebagai wadah perjuangan social-politik mahasiswa kurang diminati.  Keadaan seperti ini jelas akan menjadikan mahasiswa mengabaikan kehidupan social serta tidak kritis terhadap permasalahan social-politik yang terjadi sekelilingnya.</p>
<p><strong>Budaya Barat Menggerus Mahasiswa</strong></p>
<p>Keadaan mahasiswa saat ini terfokus pada orientasi kuliah, mendapatkan nilai tinggi dan bersenang-senang. Sistem pendidikan di kampus juga ikut berperan menjadikan mahasiswa seperti ini. Dengan SKS yang ramping dan seruan untuk lulus cepat menjadikan mahasiswa kita tidak peduli dengan social-politik yang terjadi baik disekitarnya atau lebih luas bangsa Indonesia. Selain itu massifnya budaya barat menjadikan mahasiswa kita semakin hedonis dan pragmatis.<br />
Massifnya serangan budaya pop-culture yang berasal dari budaya orang-orang barat kini kian menghemapaskan sisi-sisi heroisme, perlawanan dan idealisme mahasiswa. Sampai-sampai “Student Government” di kampus-kampus ‘kebingungan’ menghadapi pola mahasiswa yang demikian. Student Government kehilangan bargaining dalam menghadapi relaitas dunia kampus dan situasi sosio-politik yang semakin rumit.<br />
Budaya ini (red.pop culture) merupakan hasil penyerapan anak-anak muda di Indonesia terhadapa pengaruh Barat. Pengaruh tersebut masuk dan diterima lewat banyak jalur , baik media elektronik ataupun media cetak. Begitu derasnya informasi-informasi tersebut  sehingga sadar atau tidak sadar, menjadikan bahan dasar dalam membangun cara pola berfikir kita.<br />
Uniknya bangunan cara berfikir dan quot; dikepala kita yang bahan dasarnya banak dari barat itu kemudian diadu dengan kondisi kehidupan nyata kita sehari-hari. Sebuah bentuk kenyataan sehari-hari yang khas di Indonesia bisa dipastikan sangat berbeda dengan kehidupan di Barat. Bukan hanya soal kehidupan kota besar yang penuh dengan gedung-gedung pencakar langit seperti di New York, tapi juga soal hubungan antar manusia, keluarga, orientasi hidup, dan sebagainya.<br />
Budaya modern = Materilais nampaknya cocok sebagai efek globalisasi menghadapkan kita pada budaya materialis. Efek yang terjadi adalah menegasikan sisi-sisi perjuangan , perlawanan dan idealisme mahasiswa saat ini. Influence  dari arus modernisasi ini tentunya menjadikan mahasiswa semakin pragmatis dan hedonis. Budaya hura-hura, sex-bebas, drugs menjadi konsumsi mahasiswa-mahasiswa seperti ini. Lebih luas ini akan menjadikan masyarakat kita kian pragmatis dan materialis. Sehingga tidak heran kalau mencari kekayaan dengan cara-cara yang tidak baik seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).<br />
Paham materialistik juga mengendap pada banyak kalangan mahasiswa. Ada dua pengertian materialis. Pertama, berarti orang yang senang kepada materi, yakni orang yang senang pada kekayaan. Materialis seperti ini diperbolehkan dalam agama sekalipun, namun harus ditempuh dengan cara-cara yang baik dimana penghasilan tergantung apa yang dikorbankan, tidak dengan cara-cara yang instant seperti korupsi.<br />
Kedua,   berarti orang yang dapat menerima sesuatu sebagai kebenaran bila sesuatu itu didukung dengan data empirik. Paham materialis seperti ini yang benar hanyalah yang empirik. Tatkala kita katakan padanya bahwa surga itu ada, maka ia akan menjwab bahwa ia percaya ada surga apabila ada buktinya secara empiris. Salah satu ideologi yang menganut paham seperti ini  adalah iedologi komunis. Paradigma sains modern yang mengatakan bahwa yang benar ialah yang logis dan empiris.<br />
Melihat kondisi budaya mahasiswa yang mulai bergeser seperti saat ini, tentunya menjadi keprihatinan bagi kita semua. Kita harus menyadarkan kepada seluruh mahasiswa di seluruh nusantara bahwa saat ini mereka sedang ‘bermimpi’. Sehingga kita harus mengingatkan kembali tugas dan peran mereka dimana mahasiswa sebagai kaum intelektual dalam waktu mendatang bukanlah pembentukan sebuah budaya baru secara abstrak tanpa memperhitungkan ketiadaan dasar bagi ini semua. Tetapi lebih pada penentuan budaya secara tepat, yaitu dalam bentuk penanaman yang kritis, berencana dan sistematis kepada masyarakat yang terbelakang.</p>
<p><strong>Peran Mahasiswa</strong></p>
<p>Mamad Ismail (2004) salah satu aktifis KAMMI , memetakan ada ada empat peran mahasiswa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang akan di pikul, diantaranya: Pertama, Peran Moral mahasiswa. yang dalam kehidupanya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan yang baik berarti telah meninggalkan amanah dan tanggung jawab sebagai kaum terpelajar . Jika hari ini kegiatan mahasiswa berorientasi pada hedonisme ( hura &#8211; hura dan kesenanggan ) maka berarti telah berada persimpangan jalan . Jika mahasiswa hari ini lebih suka mengisi waktu luang mereka dengan agenda rutin pacaran tanpa tahu dan mau ambil tahu tentang peruban di negeri ini ,jika hari ini mahasiswa lebih suka dengan kegiatan festival musik dan kompetisi (entertaiment) dengan alasan kreatifitas ,dibanding memperhatikan dan memperbaiki kondisi masyarakat dan mengalihkan kreatifitasnya pada hal &#8211; hal yang lebih ilmiah dan menyentuh kerakyat maka mahasiswa semacam ini adalah potret “generasi yang hilang “yaitu generasi yang terlena dan lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda dan mahasiswa .<br />
Kedua, Peran social. Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa &#8211; jiwa sosial yang dalam atau dengan kata lain solidaritas sosial . Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat sekat kelompok ,namun solidaritas sosial yang universal secara menyeluruh serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan . Mahasiswa tidak bisa melihat penderitaan orang lain , tidak bisa melihat poenderitan rakyat , tidak bisa melihat adanya kaum tertindas dan di biarkan begitu saja . Mahasiswa dengan sifat kasih dan sayangnya turun dan memberikan bantuan baik moril maupun materil bagi siapa saja yang memerlukannya .<br />
Sebagai contoh di Kalimantan Barat pada tahuan 1998 s/d 2000 pernah terjadi gelombang pengungsian besar &#8211; besaran akibat konflik sosial di daerah ini maka mahasiswa musti ikut memperhatikan masalah ini dengan memberikan bantuan baik secara moril maupun meteril serta pemikirannya serta ikut mencarikan solusi penanganan bencana kemanusiaan ini , Betapa peran sosial mahasiswa jauh dari pragmatisme ,dan rakyat dapat merasakan bahwa mahasiswa adalah bagian yang tak dapat terpisahkan dari rakyat , walaupun upaya yang sistimatis untuk memisahkan mahasiswa dari rakyat telah dan dengan gencar dilakukan oleh pihak &#8211; pihak yang tidak ingin rakyat ini cerdas dan sadar akan problematika ummat yang terjadi.<br />
Ketiga, Peran Akademik. Sesibuk apapun mahasiswa,turun kejalan ,turun ke rakyat dengan aksi sosialnya ,sebanyak apapun agenda aktivitasnya jangan sampai membuat mahasiswa itu lupa bahwa adalah insan akademik. Mahasiswa dengan segala aktivitasnya harus tetap menjaga kuliahnya. Setiap orang tua pasti ingin anaknya selesai kuliah dan menjadi orang yang berhasil. Maka sebagai seorang anak berusahalah semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan keinginan itu ,untuk mengukir masa depan yang cerah . Peran yang satu ini teramat sangat penting bagi kita , dan inilah yang membedakan kita dengan komonitas yang lain ,peran ini menjadi symbol dan miniatur kesuksesan kita dalam menjaga keseimbangan dan memajukan diri kita. Jika memang kegalan akademik telah terjadi maka segeralah bangkit ,”nasi sudah jadi bubur maka bagaimana sekarang kita membuat bubur itu menjadi “ bubur ayam spesial “. Artinya jika sudah terlanjur gagal maka tetaplah bangkit seta mancari solusi alternatif untuk mengembangkan kemampuan diri meraih masa depan yang cerah dunia dan akhirat .<br />
Keempat, Peran politik. Peran politik adalah peran yang paling berbahaya karena disini mahasiswa berfungsi sebagai presseur group ( group penekan ) bagi pemerintah yang zalim. Oleh karena itu pemerintah yang zalim merancang sedemikian rupa agar mahasiswa tidak mengambil peran yang satu ini . Pada masa ordebaru di mana daya kritis rakyat itu di pasung , siapa yang berbeda pemikiran dengan pemerintah langsung di cap sebagai makar dan kejahatan terhadap negara. Pemerintahan Orba tidak segan &#8211; segan membumi hanguskan setiap orang &#8211; orang yang kritis dan berseberangan dengan kebijakan pemerintah .<br />
Dalam dunia kampus pada tahun 1984 lewat mentri pendidikan Daud Yusuf pemerintah mengeluarkankebijakan NKK/BKK (Normalisasis kehidupan kampus).Yang melarang keras mahasiswa beraktifitas politik. Dan kebijakan ini terbukti ampuh memasung gerakan &#8211; gerakan mahasiswa yang membuat mahasiswa sibuk dengan kegiatan rutinjtas kampus sehinngga membuat mahasiswa terpenjara oleh system yang ada. Mahasiswa adalah kaum terpelajar dinamis yang penuh dengan kreativitas. Mahasiswa adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat. Sekarang mari kita pertanyaan pada diri kita yang memegang label Mahasiswa, sudah seberapa jauh kita mengambil peran dalam diri kita dan lingkungan.</p>
<p>Daftar Pustaka:</p>
<p>1.	KOMPAS  Yogyakarta, Rabu 1 Maret 2006.<br />
2.	M. Fadjroel Rahman, Pelopor dan Pengawal Revolusi Demokrasi: Gerakan Mahasiswa Sebagai Gerakan Politik Nilai, PSJ, 2001.<br />
3.	Fahruz Zaman Fadhly. Mahasiswa Menggugat; Potret Gerakan Mahasiswa Indonesia 1998. Pustaka Hidayah dan Badko HMI Jawa bagian Barat, 1999.<br />
4.	Drs. Andik matulessy, M.Si. Psikologi Politik. Srikandi, Yogyakarta 2005.<br />
5.	Soe Hok Gie. Zaman Peralihan. Gagas Media, Penerbit Buku Populer. Tanggerang. 2005.<br />
6.	Soe Hok Gie. Catatan Seorang Demonstran. LP3ES, Jakarta. 1983.<br />
7.	Labda Shalahuddin. Siasat Gerakan Kota; Jalan Untuk Masyarakat Baru. LABDA. Yogyakarta. 2003.<br />
8.	Patrick Seale dan Maureen McConville. Pemberontakan Mahasiswa; Revolusi Perancis, Mei 1968. Yayasan Litera Indonesia. Yogyakarta.2000.<br />
9.	Edo Segara Gustanto. Pergeseran Budaya Pada Diri Mahasiswa. Dimuat pada Buletin KAMMI UII, Edisi Muskom/VII/Agustus/2005.<br />
10.	Dokumen Litbang KAMMI UII. GATS di Balik Restrukturisasi UII. 2005.<br />
11.	Mamad Ismail. 4 Peran Mahasiswa. Di ambil dari Portal KAMMI: www.kammi.or.id. 22/09/2004.<br />
12.	Artikel Adi Purawan, SH. Ancaman Liberalisasi Pendidikan Bagi Gerakan Mahasiswa. Tidak dipublikasikan. 2006<br />
.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwanelian.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwanelian.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwanelian.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwanelian.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwanelian.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwanelian.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwanelian.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwanelian.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwanelian.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwanelian.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwanelian.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwanelian.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=38&subd=iwanelian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/pragmatisme-mahasiswa-versus-heroisme-kelompok-aksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f3e17b6bf659cb506c10a71ba87efb2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwanelian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhtarsuhaili.files.wordpress.com/2007/04/reformasi98.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ujian Sedih Kepada Ummul Mukminin, Aisyah R.A.</title>
		<link>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/ujian-sedih-kepada-ummul-mukminin-aisyah-ra/</link>
		<comments>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/ujian-sedih-kepada-ummul-mukminin-aisyah-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 02:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridwan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwanelian.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ridwa Hidayat

Fitnah kepada umat Islam tidak hanya terdengar pada jaman ini saja. Pada jaman Rasulullah SAW pun juga banyak sekali fitnah yang menyerang umat Islam maupun Rasul sendiri. Diantaranya adalah fitnah yang melanda keluarga Rasulullah yaitu fitnah terhadap Aisyah. Berikut kisahnya yang digambarkan dan dirangkum dari hadits ifki (satu istilah yang digunakan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=34&subd=iwanelian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Oleh : Ridwa Hidayat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Fitnah kepada umat Islam tidak hanya terdengar pada jaman ini saja. Pada jaman Rasulullah SAW pun juga banyak sekali fitnah yang menyerang umat Islam maupun Rasul sendiri. Diantaranya adalah fitnah yang melanda keluarga Rasulullah yaitu fitnah terhadap Aisyah. Berikut kisahnya yang digambarkan dan dirangkum dari hadits ifki (satu istilah yang digunakan untuk kisah fitnah terhadap Ummul Mukminin, Saiditina Aisyah r.a. yang berasal dari hadits Imam Bukhori).</span><span id="more-34"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Seperti pada kebiasaan Rasulullah apabila dalam melakukan perjalanan (musafir, beliau selalu membawa salah satu dari isterinya. Kebetulan pada saat perjalanan kali ini, Aisyah –isteri termuda Rasul yang merupakan anak dari sahabat beliau, Abu Bakar- terpilih menemaninya dalam perjalanan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Suatu ketika pada saat perjalanan pulang menuju madinah, rombongan Rasul dan Aisyah serta para musafir lainnya melakukan peristirahatan. Selama peristirahatan, Aisyah keluar dari tempat <em>haudaj</em> (tempat yang biasanya diletakkan perempuan di dalamnya dan ia diikat di atas belakang unta) untuk buang hajat. Setelah selesai, Aisyah kembali ke rombongan tadi, tidak disangka ia kehilangan kalung yang dipakainya, kemudian ia kembali dan mencari. Saat mencari ia melihat bahwa ia telah tertinggal rombongan. Para pasukan musafir tadi mengira kalau Aisyah masih di dalam <em>haudaj. </em>Meskipun begitu, ia terus mencari kalung tersebut. Setelah menemukannya, ia kembali ke tempat peristirahatan dan berharap para pasukan musafir tadi mengetahui bahwa Aisyah tertinggal dan kembali untuk menjemputnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Selang beberapa lama, Aisyah tertidur. Kemudian datanglah seorang askar yang berjalan di belakang pasukan tadi. Orang tersebut bernama Safwan bin Muattal. Ia menemukan Aisyah dan mengenalinya. Ia lalu mendekati Aisyah dan membawanya dengan unta yang diduduki Aisyah, sedangkan Safwan berjalan menarik unta hingga sampai dikawasan perhentian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Setelah tiba di madinah Aisyah terkena demam. Selama menderita sakit, tersebar kabar fitnah tentang perselingkuhan Aisyah dengan Safwan. Kabar ini sampai ke telinga Rasulullah. Sikap Rasulullah pun telah berubah terhadap Aisyah, hanya sekedar menyapa dan menanyakan kabar Aisyah saja saat ia sakit. Hingga Rasulullah pun berencana untuk menceraikan Aisyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Aisyah akhirnya mengetahui fitnah ini setelah sembuh dari sakitnya. Ia kemudian meminta kepada Rasulullah untuk kembali kepada orang tuanya dan Rasul pun menyetujui. Setelah itu, Rasulullah mengumpulkan para sahabat untuk meminta pendapat mereka atas masalah ini. Dan mencoba menyelidiki dengan memanggil Abdullah bin Ubai bin Salul yaitu sebagai penyebar fitnah utama dan beberapa lainnya seperti Barirah (khadam Aisyah) untuk menanyai sifat Aisyah. Dari hasil dialog dengan beberapa sahabat, memang tidak ada kekurangan dan kejelekan dalam diri Aisyah maupun Safwan. Namun masih adanya keraguan karena lamanya ayat yang turun kepada Rasulullah tentang kesucian Aisyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Kemudian Rasul menemui Aisyah di tempat orang tuanya. Dan Rasulullah memulaikan kata-katanya dengan pujian kepada Allah dan ucapan syahadat, lalu bersabda, <em>Wahai Aisyah, telah sampai kepadaku berita tentangmu begini-begini. Kalaulah kamu memang tidak melakukannya, niscaya Allah akan membebaskan kamu, dan jika kamu telah melakukan dosa, istighfarlah kepada Allah dan bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya seorang hamba bila dia mengakui dengan dosanya, dan bertaubat memohon keampunan daripada Allah, niscaya Allah akan mengampunkannya.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Kemudian Aisyah menjawab,<em> Sesungguhnya demi Allah, aku memang telah mengetahui bahwa kamu semua telah mendengar cerita ini telah berada di jiwa kamu semua, dan kamu semua mempercayainya. Kalaulah aku berkata yang aku ini tidak bersalah –Dan Allah sahaja yang mengetahui bahwa aku tidak bersalah- kamu semua tidak akan mempercayaiku. Dan jika aku mengakui –sedangkan Allah mengetahui bahwa aku tidak bersalah- tentulah kamu semua mempercayainya. Demi Allah, tidak ada umpama bagiku melainkan seperti perkataan ayah Nabi Yusuf. Sabar adalah lebih baik, dan Allah sahaja tempat aku memohon pertolongan daripada yang mereka katakan.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Setelah itu , dan pada saat dan tempat itu juga turunlah ayat (surat An-Nur:11-12) yang membebaskan Aisyah dari fitnah. Hingga akhirnya terjawab sudah, bahwa Aisyah memang tidak melakukan dosa apa yang telah difitnahkan kepada Aisyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Hikmah dari kisah ini adalah kita harus berhati-hati terhadap ucapan. Jangan segera menuduh orang lain apabila kita melihat hal-hal yang terasa buruk di mata kita. Apalagi menyebar luaskan berita negatif (gosip). Carilah terlebih dahulu kebenarannya dan selalulah berprasangka positif, terutama kepada orang-orang yang beriman. Wallahualam Bishawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Tulisan ini pernah di tampilkan pada Majalah Sintaksis Edisi Januari 2008</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwanelian.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwanelian.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwanelian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwanelian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwanelian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwanelian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwanelian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwanelian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwanelian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwanelian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwanelian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwanelian.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=34&subd=iwanelian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/ujian-sedih-kepada-ummul-mukminin-aisyah-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f3e17b6bf659cb506c10a71ba87efb2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwanelian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Pembantai Dracula</title>
		<link>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/sang-pembantai-dracula/</link>
		<comments>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/sang-pembantai-dracula/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 02:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridwan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwanelian.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Sultan Mehmed II, Sang Pembantai Dracula
Penulis : Orhan Basarab
Penerbit : Darul Ikhsan, Januari 2008
Tebal : 168 halaman
Dracula? Hmm… Pasti selama ini kita hanya mengenal makhluk tersebut adalah sesosok manusia penghisap darah yang selalu bergentayangan di malam hari (vampir). Dan konon Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih. Ya memang benar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=31&subd=iwanelian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:normal;"><img class="alignleft" src="http://images.agnigeni.multiply.com/image/3/photos/upload/300x300/R91mhgoKCDoAADWVh601/kk49707-clip2.JPG?et=pPz%2BbhY4TF%2C5gkQiz2EKNQ&amp;nmid=86605418" alt="" width="125" height="161" />Judul Buku : Sultan Mehmed II, Sang Pembantai Dracula<br />
Penulis : Orhan Basarab<br />
Penerbit : Darul Ikhsan, Januari 2008<br />
Tebal : 168 halaman</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:normal;">Dracula? Hmm… Pasti selama ini kita hanya mengenal makhluk tersebut adalah sesosok manusia penghisap darah yang selalu bergentayangan di malam hari (vampir). Dan konon Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih. Ya memang benar ia adalah makhluk penghisap darah dari novel karya Bram Stoker. Namun kenyataannya, ia adalah sesosok manusia biasa yang lahir dari keluarga bangsawan di Rumania yang bernama Vlad Tsepes III atau lebih dikenal dengan nama Dracula oleh orang-orang pada jaman itu. Namun sejarah telah menutupinya, karena kejahatan dan kekejamanya terhadap umat manusia. Sejarah yang kini didominasi oleh barat telah mengaburkan dan menyelewengkan sejarah Dracula. Sosok nyatanya yang kejam dan bengis diubah sedemikian rupa sehingga tidak banyak yang mengetahui siapa sebenarnya Dracula itu. Pengaburan dan penyelewengan itu juga terjadi pada kisah seputar siapa yang telah membunuh Dracula.<span id="more-31"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:normal;">Tidak benar kalau Dracula dikalahkan oleh salib dan bawang putih. Ia telah dikalahkan dan dibunuh oleh tebasan pedang pasukan Mehmed II (Sultan Muhammad Al Fatih ) dalam pertempuran di Danau Snagov. Kepala Dracula kemudian di bawa ke Konstantinopel sebagai bukti bahwa Si Penyula itu telah terbunuh. Mehmed II sendiri yang kemudian memancangkan kepala Dracula di tengah alun-alun Konstantinopel.</p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Sejarah sendiri hanya sekilas menuliskan sosok Mehmed II. Padahal, masa kelahiran dan sejarah hidupnya tak bisa lepas dari perang salib. Diakui atau tidak, ia merupakan batu sandungan terbesar bagi pasukan salib setelah Saladin (Sholahudin Al Ayubi). Ia telah meluluhlantakkan pertahanan Binzantium dan merebut Konstantinopel. Ia telah membuka pintu masuk yang selama berabad-abad tertutup bagi Islam. Tak salah dan tak berlebihan kalau Ia mendapat julukan Sang Penakluk (<em>Al Fatih</em>). Namun sayang, sejarah hidupnya justru tertutupi oleh seorang yang bengis dan tak berprikemanusiaan, Dracula. Kalau Dracula sudah menjadi legenda di seluruh dunia, Mehmed II justru dilupakan, bahkan oleh umat Islam sendiri. <span> </span><span><br />
</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwanelian.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwanelian.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwanelian.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwanelian.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwanelian.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwanelian.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwanelian.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwanelian.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwanelian.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwanelian.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwanelian.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwanelian.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=31&subd=iwanelian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/sang-pembantai-dracula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f3e17b6bf659cb506c10a71ba87efb2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwanelian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.agnigeni.multiply.com/image/3/photos/upload/300x300/R91mhgoKCDoAADWVh601/kk49707-clip2.JPG?et=pPz%2BbhY4TF%2C5gkQiz2EKNQ&#38;nmid=86605418" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Akhlak</title>
		<link>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/kekuatan-akhlak/</link>
		<comments>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/kekuatan-akhlak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 02:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridwan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwanelian.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ridwan Hidayat
 
Suatu hari amirul mukminin Abu Bakar r.a. yang telah menjabat sebagai khalifah pertama bertanya kepada putrinya Aisyah r.a. yang juga merupakan istri dari Rasulullah S.A.W. “Wahai anakku, aku telah menjadi khalifah menggantikan Rasulullah S.A.W, menurutmu apa yang telah Rasulullah S.A.W perbuat semasa hidupnya yang belum pernah aku perbuat?” Aisyah r.a. kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=27&subd=iwanelian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:center;text-indent:27pt;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Oleh : Ridwan Hidayat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="IN">Suatu hari amirul mukminin Abu Bakar r.a. yang telah menjabat sebagai khalifah pertama bertanya kepada putrinya Aisyah r.a. yang juga merupakan istri dari Rasulullah S.A.W.</span><span> “</span><span lang="IN">Wahai anakku, aku telah menjadi khalifah menggantikan Rasulullah S.A.W, menurutmu apa yang telah Rasulullah S.A.W perbuat semasa hidupnya yang belum pernah aku perbuat?</span><span>” </span><span lang="IN">Aisyah r.a. kemudian berpikir sejenak kemudian menjawab pertanyaan ayahnya</span><span> “</span><span lang="IN">Wahai ayah, sesungguhnya apa yang telah Rasulullah S.A.W perbuat telah engkau perbuat juga, tapi ada suatu hal yang belum engkau perbuat, yaitu, setiap hari biasanya Rasulullah S.A.W menghampiri pengemis tua yang berada di dekat pasa</span><span>r,</span><span lang="IN"> kemudian memberinya sepotong roti.</span><span>”<span> </span></span><span lang="IN">Mendengar jawaban </span><span>itu</span><span lang="IN"> kemudian Abu Bakar r.a bergegas untuk menemui</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">pengemis yang dimaksudkan oleh putrinya.</span><span> Pengemis itu ditemukanm dan</span><span lang="IN"> Abu Bakar r.a mendekatinya, seketika itu juga alangkah kagetnya Abu Bakar r.a karena</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN"><span> </span>ternyata </span><span>ia </span><span lang="IN">buta dengan keadaan yang memprihatinkan dan berasal dari kalangan bangsa yahudi.</span><span id="more-27"></span><span lang="IN"> </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Ketika ditemukan, ada yag membuat Abu Bakar r.a penuh amarah, karena sang pengemis sedang memfitnah dan memaki-maki Rasulullah S.A.W ketika sedang meminta-minta kepada setiap orang yang melintasinya. Namun Abu Bakar r.a menahan amarahnya dan mencoba mendekati pengemis itu untuk memberinya roti seperti apa yang dilakukan oleh Rasulullah S.A.W</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Ketika tepat di hadapan pengemis tua, Abu Bakar r.a langsung memberikan roti dan meletakkanya di tangan sang pengemis. Pengemis itu merasa heran kemudia bertanya kepada orang yang memberikannya roti. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span><span> </span>“Siapakah anda?” tanya pengemis kepad Abu bakar r.a. “saya adalah orang yang setiap hari memberimu roti ini.” Jawab Abu Bakar r.a. “</span><span lang="IN">bukan, anda bukanlah orang yang biasa memberiku makanan</span><span>.” Ucap pengemis dengan yakin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span><span> </span>“</span><span lang="IN">Wahai pak tua, bagaimana engkau tahu bahwa aku bukanlah orang yang biasa memberimu roti?</span><span>” tanya Abu Bakar r.a kembali dengan perasaan heran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Kemudia pengemis tua itu berkata “</span><span lang="IN">Orang yang biasa memberiku roti memiliki tangan yang halus, dan roti yang diberikannya adalah roti yang terbaik yang ada di pasar ini.</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">Dia tau gigiku sudah hampir tanggal semua, karena itu, dia melunakkan potongan roti tersebut kemudian dengan penuh kasih sayang menyuapkannya dengan sabar kemulutku, sepotong demi sepotong sampai roti tersebut habis.</span><span>“ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="IN">Secara tidak sadar Abu Bakar r.a menitikkan air matanya mendengar penuturan pengemis tua tersebut.</span><span lang="IN"> </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Kembali melanjutkan perkataan sang pengemis “</span><span lang="IN">katakan kepadaku, dimanakah orang yang baik hati </span><span>itu</span><span lang="IN">? </span><span>A</span><span lang="IN">ku ingin sekali menjumpainya karena sudah lama orang </span><span>itu</span><span lang="IN"> tidak datang menemuiku.</span><span>“ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="IN">Abu Bakar r.a semakin yakin bahwa setiap kali Rasulullah S.A.W menemui</span><span>nya</span><span lang="IN"> dan memberinya roti tidak pernah sekalipun memberitahukan namanya.</span><span lang="IN"> </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata <span> </span>“benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia&#8230;.” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>Begitu luar biasanya kekuatan akhlak yang dimiliki Rasulllah S.A.W. Kekuatan tarbiyah dzatiyah yang tebangun telah melahirkan kesabaran dan sikap saling memberi tanpa risau terhadap tekanan dan lamanya hasil yang diharapkan. Walaupun kita tidak menikmati hasil apa yang telah kita perjuangkan, dengan modal sabar dan berusaha terus menerus Inysa Allah suatu saat nanti akan memperoleh hasil yang bermanfaat bagi orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Tulisan ini di tampilkan juga pada majalah Sintaksis edisi Maret 2008</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwanelian.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwanelian.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwanelian.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwanelian.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwanelian.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwanelian.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwanelian.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwanelian.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwanelian.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwanelian.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwanelian.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwanelian.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=27&subd=iwanelian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/18/kekuatan-akhlak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f3e17b6bf659cb506c10a71ba87efb2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwanelian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Islam dalam Pandangan Adam Smith</title>
		<link>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/06/ekonomi-islam-dalam-pandangan-adam-smith/</link>
		<comments>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/06/ekonomi-islam-dalam-pandangan-adam-smith/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 07:03:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridwan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwanelian.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[ Hudzaifah.org &#8211; Adam Smith mulai menulis buku The Wealth of Nation ketika berada di Perancis dan menyelesaikannya pada 1776 di Kirkcaldy, yang akhirnya diterbitkan pada 1776. Pada masa ini, di Eropa telah beredar buku-buku terjemahan karya ekonomi muslim. Bahkan, di Perancis Selatan,banyak warga Perancis lulusan Pusat Kuliyah Islam menjadi guru besar dengan menerapkan pola [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=20&subd=iwanelian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span> </span>Hudzaifah.org &#8211; </span></strong>Adam Smith mulai menulis buku <em>The Wealth of Nation</em> ketika berada di Perancis dan menyelesaikannya pada 1776 di Kirkcaldy, yang akhirnya diterbitkan pada 1776. Pada masa ini, di Eropa telah beredar buku-buku terjemahan karya ekonomi muslim. Bahkan, di Perancis Selatan,banyak warga Perancis lulusan Pusat Kuliyah Islam menjadi guru besar dengan menerapkan pola pengajaran yang mereka dapatkan dari negara-negara Islam.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-20"></span><br />
<span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> <span> </span><em>The Wealth of Nations</em> terdiri dari lima jilid. Dalam jilid kelima bab pertama, Adam Smith membandingkan masyarakat dengan tingkat perekonomian yang berbeda, yakni bangsa dengan ekonomi terbelakang dan bangsa ekonomi maju. Masyarakat dengan ekonomi terbelakang ditandai dengan mata pencahariannya sebagai pemburu, sedang masyarakat ekonomi maju ditandai dengan mata pencahariannya sebagai penggembala dan pedagang. Contoh masyarakat ekonomi terbelakang adalah masyarakat Indian di Amerika Utara, sedangkan contoh masyarakat ekonomi maju adalah bangsa Arab dan Tartar.</p>
<p>Arab manakah yang dirujuk Adam Smith? Adam Smith menjelaskan, bangsa Arab yang dimaksud adalah yang dipimpin oleh <em>?Mohammet and his immediate successors&#8221;</em> atau lebih tepatnya Rasulullah Muhammad saw dan Khulafaur Rasyidin. Jelaslah, yang dijadikan contoh perekonomian maju oleh Adam Smith adalah perekonomian umat Islam, bahkan jauh sebelum ia lahir. Tepatnya pada 774 M, Raja Offa yang berkuasa di Inggris ketika itu mencetak koin emas yang merupakan <em>direct cop</em> dari dinar Islam berikut tulisan Arabnya. Semua tulisan di koin itu adalah tulisan Arab, kecuali pada satu sisinya tertulis ?OFFA REX?. Uniknya, koin emas Raja Offa itu juga mencantumkan kalimat <em>laa ilaaha illallah</em>, <em>Muhammad Rasulullah</em> dan juga dua buah salib kecil di bagian bawah karena Raja Offa memang beragama Nasrani.</p>
<p><span> </span>Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa dinar Islam saat itu merupakan mata uang terkuat di dunia. Selain itu, perekonomian umat Islam jauh lebih maju dibandingkan dengan perekonomian Eropa ketika itu, juga menunjukkan bahwa perdagangan internasional yang dilakukan para pedagang Islam menjangkau sampai jauh ke Eropa Utara.</p>
<p><span> </span>Adam Smith mengemukakan bahwa pasar akan diatur oleh tangan-tangan yang tidak terlihat (<em>invisible hands</em>). Hal ini terkait dengan kritikan Adam Smith terhadap kaum Merkantilis akan perlunya intervensi negara untuk mengatur pasar. Berdasarkan penjelasan itu&#8211;Adam Smith banyak merujuk pada perekenomian Arab Islam?bukan tidak mungkin konsep Invisible Hands ini diilhami pleh hadis Rasulullah saw yang menjelaskan bahwa Allah-lah yang menentukan harga. Bukankah konsep <em>invisible hands</em> ini lebih tepat dikatakan sebagai <em>God?s Hands</em>?</p>
<p>Perbedaannya,Adam Smith menolak intervensi pasar ( <em>market intervention</em>) secara menyeluruh,sedangkan reaksi ekonomi syariah ditentukan oleh penyebab naiknya harga. Bila penyebabnya adalah perubahan <em>supply</em> dan <em>demand</em>, tindakan yang diambil adalah <em>market intervention</em>; namun bila penyebabnya bukan perubahan <em>supply</em> dan <em>demand</em>, tindakan yang tepat adalah <em>price intervention</em> dengan tujuan mengembalikan harga keseimbangan. Intervensi harga akan menimbulkan <em>excess demand</em> atau <em>excess supply</em> dan selanjutnya akan menimbulkan pasar gelap. Pasar gelap inilah yang menjadi potensi timbulnya kolusi dan korupsi.</p>
<p><span> </span>Intervensi pasar yang dilakukan Rasulullah saw dan Khulafaur Rasyidin adalah melalui sisi permintaan dan pasokan. Pada sisi pasokan,intervensi dilakukan dengan mengatur jumlah barang yang ditawarkan seperti yang dilakukan Umar ibnu Khattab r.a ketika mengimpor gandum dari Mesir untuk mengendalikan harga gandum di Madinah.</p>
<p><span> </span>Itulah beberapa pandangan Adam Smith tentang perekonomian Arab Islam yang dikategorikan sebagai perekonomian negara maju. Hal ini menunjukkan bahwa konsep ekonomi Islam telah disadari oleh Adam Smith. (AW)</p>
<p>Sumber : <strong>Kitab, Ekonomi Islam Suatu Kajian Kontemporer ? </strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;" lang="IN">By : Adiwarman Karim</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwanelian.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwanelian.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwanelian.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwanelian.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwanelian.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwanelian.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwanelian.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwanelian.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwanelian.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwanelian.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwanelian.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwanelian.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=20&subd=iwanelian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/06/ekonomi-islam-dalam-pandangan-adam-smith/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f3e17b6bf659cb506c10a71ba87efb2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwanelian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EKONOM PENJAJAH</title>
		<link>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/06/ekonom-penjajah/</link>
		<comments>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/06/ekonom-penjajah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 06:58:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridwan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwanelian.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Revrisond Baswir*
(Diambil dari Harian Republika, 1 Agustus 2005)
 
Jika ada ekonom terjajah, tentu ada pula ekonom penjajah. Ekonom terjajah, sebagaimana saya ulas dalam analisis Juni lalu, adalah para ekonom yang sangat terpesona dengan pemikiran ekonomi yang dikembangkan oleh kaum penjajah. Karena sangat terpesona dengan pemikiran ekonomi kaum penjajah, tanpa disadari, kebijakan ekonomi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=18&subd=iwanelian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:center;text-indent:27pt;line-height:normal;" align="center"><strong><span>Oleh : Revrisond Baswir*</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:center;text-indent:27pt;line-height:normal;" align="center"><strong><span>(Diambil dari Harian Republika, 1 Agustus 2005)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Jika ada ekonom terjajah, tentu ada pula ekonom penjajah. Ekonom terjajah, sebagaimana saya ulas dalam analisis Juni lalu, adalah para ekonom yang sangat terpesona dengan pemikiran ekonomi yang dikembangkan oleh kaum penjajah. Karena sangat terpesona dengan pemikiran ekonomi kaum penjajah, tanpa disadari, kebijakan ekonomi yang mereka kembangkan cenderung mengabdi pada kepentingan ekonomi negeri penjajah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Pertanyaannya, apakah yang saya maksud dengan ekonom penjajah? Sepintas lalu, keinginan saya untuk menelusuri ekonom penjajah ini mungkin terkesan mengada-ada. Bahkan, jika ditanyakan kepada para ekonom terjajah, mereka mungkin dengan sinis akan menyebut saya sebagai seorang kolumnis yang kurang pekerjaan atau paranoid. Tetapi sebagai seorang kolumnis yang telah menulis selama empat setengah tahun secara berturut-turut di harian ini, saya mustahil bertindak sembarangan. Sebagai seorang kolumnis, saya secara teratur menyempatkan diri membaca buku terbitan dalam dan luar negeri. Artinya, walaupun secara pribadi saya bertanggung jawab terhadap setiap kolom yang saya buat, saya jarang sekali menulis tanpa sumber bacaan yang jelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span id="more-18"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Dalam menelusuri keberadaan ekonom penjajah ini, saya setidak-tidaknya mengacu pada dua buku berikut. Buku pertama ditulis oleh Michael Hudson, berjudul Super Imperialism: The Origin and Fundamentals of US World Dominance (Pluto Press, London, 2003). Sedangkan buku kedua ditulis oleh John Perkins, berjudul The Confession on An Economic Hit Man (Berret-Koehler Publishers, Inc., San Fransisco, 2004).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Hudson, dalam Super Imperialism, memang tidak secara khusus berbicara mengenai sepak terjang para ekonom, lebih-lebih mengenai para ekonom penjajah. Sesuai dengan judul bukunya, Hudson secara panjang lebar bercerita mengenai asal mula dan pokokpokok dominasi Amerika di dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Secara ringkas, terdapat tiga hal pokok yang dikupas Hudson dalam buku setebal 425 halaman tersebut. Pertama, mengenai kelahiran orde dunia Amerika. Pada bagian ini Hudson bercerita mengenai upaya sistematis yang dilakukan Amerika dalam mempersiapkan dirinya sebagai penguasa (ekonomi) dunia. Dari sekian tindakan yang dilakukan Amerika, menurut Hudson, yang terpenting di antaranya adalah penyelenggaraan Konferensi Keuangan Internasional di Bretton Woods, New Hampshire, pada 1944.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Kedua, mengenai pelembagaan kerajaan Amerika. Pada bagian ini Hudson pada intinya bercerita mengenai strategi Amerika dalam memantapkan posisinya sebagai penguasa (ekonomi) dunia, khususnya melalui pembentukan lembaga keuangan dan perdagangan dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Bab terpenting pada bagian ini, terutama jika dikaitkan dengan buku Perkins, adalah Bab 8, yaitu yang secara khusus membahas peranan utang sebagai instrumen imperialisme.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Dan ketiga, mengenai imperialisme moneter dan standar obligasi Amerika. Bagian ini pada dasarnya merupakan elaborasi dari langkah-langkah taktis yang dilakukan Amerika untuk memantapkan posisinya sebagai penguasa (ekonomi) dunia abad ke-21. Sebagaimana dikemukakan Hudson di bab terakhir (Bab 15), melalui penataan system moneter dan perdagangan dunia, Amerika pada dasarnya muncul sebagai penguasa dunia dengan cara menciptakan ketergantungan dunia terhadap perekonomian Amerika. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Walaupun tidak secara khusus berbicara mengenai sepak terjang para ekonom penjajah, tetapi secara implisit, sulit dibantah bahwa Hudson pada dasarnya bercerita mengenai keberhasilan para diplomat ekonom Amerika dalam memantapkan posisi negara mereka sebagai penguasa ekonomi dunia. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, salah satu instrumen Amerika dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>memantapkan posisinya sebagai penguasai ekonomi dunia itu adalah penyebaran jerat utang. Penyebaran jerat utang ini, selain dilakukan melalui pelembagaan Bank Dunia dan IMF, ditopang pula oleh beberapa upaya ekstra. Persis pada titik inilah buku Perkins, The Confession of An Economic Hit Man (Pengakuan Dosa Seorang Preman Ekonomi), bercerita mengenai sepak terjang para ekonom penjajah dalam struktur pemerintahan Amerika.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Sesuai dengan judulnya, buku Perkins berisi pengakuan dosa dari seseorang yang selama sekitar sepuluh tahun (1971-1981) bekerja sebagai preman ekonomi atau ekonom penjajah. Berangkat dari pengakuan Perkins, yang secara kebetulan mendapat penugasan pertama di Indonesaia, terdapat tiga catatan penting yang menarik untuk diangkat ke permukaan mengenai keberadaan ekonom penjajah dalam struktur pemerintahan Amerika.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Pertama, ekonom penjajah bekerja di bawah koordinasi Badan Keamanan Nasional (The National Security Agency &#8211; NSA)). Walaupun secara resmi para ekonom penjajah direkrut, dilatih, dan bekerja di bawah koordinasi NSA, tetapi secara operasional mereka pada umumnya dipekerjakan secara terselubung melalui perusahaan-perusahaan swasta Amerika. Perkins antara lain menyebut perusahaan-perusahaan seperti Monsanto, General Electric, Nike, General Motors, dan Wal-Mart, sebagai beberapa contoh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Kedua, misi para ekonom penjajah adalah memperoleh komitmen para pejabat negaranegara Dunia Ketiga untuk berbelanja secara kredit ke Amerika. Dalam menjalankan misinya ini, seorang ekonom penjajah diperkenankan melakukan apa pun, termasuk cara-cara ilegal. Target para ekonom penjajah adalah mendorong para pejabat negaranegara Dunia Ketiga untuk terus membuat utang sampai mereka tidak mampu membayarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Ketiga, kegagalan para ekonom penjajah di suatu negara bukanlah akhir dari upaya Pemerintah Amerika dalam mewujudkan impiannya. Menurut Perkins, dua hal dapat terjadi menyusul kegagalan para ekonom penjajah. Pertama, beroperasinya para jagal (the Jackals), yaitu yang ditandainya oleh terjadinya berbagai peristiwa yang mengarah pada pembinasaan seorang pejabat negara Dunia Ketiga. Dan kedua, penaklukan Negara Dunia Ketiga yang bersangkutan melalui operasi militer.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Dari ulasan singkat mengenai buku Hudson dan Perkins tersebut, saya kira kita tidak perlu ragu-ragu lagi untuk mengakui keberadaan para ekonom penjajah dalam percaturan perekonomian dunia. Kedua buku tersebut secara jelas mengungkapkan, mustahil ada penjajahan ekonomi tanpa keterlibatan para ekonom penjajah di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Pertanyaannya, jika sebagai seorang ekonom penjajah Perkins akhirnya memutuskan untuk menulis sebuah buku untuk mengakui dosa-dosa yang pernah dibuatnya, kapan kira-kira kita dapat membaca buku sejenis yang ditulis oleh seorang ekonom terjajah?</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwanelian.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwanelian.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwanelian.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwanelian.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwanelian.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwanelian.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwanelian.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwanelian.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwanelian.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwanelian.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwanelian.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwanelian.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=18&subd=iwanelian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/06/ekonom-penjajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f3e17b6bf659cb506c10a71ba87efb2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwanelian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Republik Indonesia</title>
		<link>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/06/republik-indonesia/</link>
		<comments>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/06/republik-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 06:51:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridwan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwanelian.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[
Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).

* Indonesia adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=17&subd=iwanelian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).<br />
<span id="more-17"></span><br />
* Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.</p>
<p>* Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hamper penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.</p>
<p>* Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.</p>
<p>* Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.</p>
<p>* Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia. Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.</p>
<p>* Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).</p>
<p>* Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus” yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.</p>
<p>* Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.</p>
<p>* Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.</p>
<p>* Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambing supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 &amp; terakhir 2002).</p>
<p>* Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.</p>
<p>* Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) &amp; pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).</p>
<p>* Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.</p>
<p>* Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).</p>
<p>* Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.</p>
<p>* Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.</p>
<p>* Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.</p>
<p>* Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.</p>
<p>* Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.</p>
<p>* Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.</p>
<p>* Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.</p>
<p>* Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwanelian.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwanelian.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwanelian.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwanelian.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwanelian.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwanelian.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwanelian.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwanelian.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwanelian.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwanelian.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwanelian.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwanelian.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwanelian.wordpress.com&blog=1294354&post=17&subd=iwanelian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwanelian.wordpress.com/2008/07/06/republik-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f3e17b6bf659cb506c10a71ba87efb2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwanelian</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>