Judul Buku : Sultan Mehmed II, Sang Pembantai Dracula
Penulis : Orhan Basarab
Penerbit : Darul Ikhsan, Januari 2008
Tebal : 168 halaman
Dracula? Hmm… Pasti selama ini kita hanya mengenal makhluk tersebut adalah sesosok manusia penghisap darah yang selalu bergentayangan di malam hari (vampir). Dan konon Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih. Ya memang benar ia adalah makhluk penghisap darah dari novel karya Bram Stoker. Namun kenyataannya, ia adalah sesosok manusia biasa yang lahir dari keluarga bangsawan di Rumania yang bernama Vlad Tsepes III atau lebih dikenal dengan nama Dracula oleh orang-orang pada jaman itu. Namun sejarah telah menutupinya, karena kejahatan dan kekejamanya terhadap umat manusia. Sejarah yang kini didominasi oleh barat telah mengaburkan dan menyelewengkan sejarah Dracula. Sosok nyatanya yang kejam dan bengis diubah sedemikian rupa sehingga tidak banyak yang mengetahui siapa sebenarnya Dracula itu. Pengaburan dan penyelewengan itu juga terjadi pada kisah seputar siapa yang telah membunuh Dracula.
Tidak benar kalau Dracula dikalahkan oleh salib dan bawang putih. Ia telah dikalahkan dan dibunuh oleh tebasan pedang pasukan Mehmed II (Sultan Muhammad Al Fatih ) dalam pertempuran di Danau Snagov. Kepala Dracula kemudian di bawa ke Konstantinopel sebagai bukti bahwa Si Penyula itu telah terbunuh. Mehmed II sendiri yang kemudian memancangkan kepala Dracula di tengah alun-alun Konstantinopel.
Sejarah sendiri hanya sekilas menuliskan sosok Mehmed II. Padahal, masa kelahiran dan sejarah hidupnya tak bisa lepas dari perang salib. Diakui atau tidak, ia merupakan batu sandungan terbesar bagi pasukan salib setelah Saladin (Sholahudin Al Ayubi). Ia telah meluluhlantakkan pertahanan Binzantium dan merebut Konstantinopel. Ia telah membuka pintu masuk yang selama berabad-abad tertutup bagi Islam. Tak salah dan tak berlebihan kalau Ia mendapat julukan Sang Penakluk (Al Fatih). Namun sayang, sejarah hidupnya justru tertutupi oleh seorang yang bengis dan tak berprikemanusiaan, Dracula. Kalau Dracula sudah menjadi legenda di seluruh dunia, Mehmed II justru dilupakan, bahkan oleh umat Islam sendiri.
DIarsipkan di bawah: Resensi



